Analogi Kehidupan Didalam Sebuah Jam Tangan

October 23, 2019 | By Jaman Salam | Filed in: Jam.

Bergerak dan tidak pernah berhenti berputar. Yang akan merasa seperti hidup manusia ketika jam tangan hanya mampu berjalan di sekitar berulang kali sampai waktu untuk berhenti. Tidak peduli tentang bentuk, desain atau bahkan merek untuk jam tangan yang melaksanakan tugasnya dengan baik. Tapi sangat disayangkan karena pertimbangan seperti tidak berlaku di era globalisasi ini. umat manusia untuk mengejar status saling dengan cara apapun demi mengenakan mahkota yang benar-benar hanya ilusi.

Ketika layar awal dihidupkan, satu set iklan di barang-barang bermerek seperti jam tangan dan menyapa mewah indra lapar untuk status sosial yang lebih tinggi. Berlapis emas dengan taburan batu kapur atau berlian dengan penawaran menarik mampu merobohkan dinding setiap nafsu manusia.

Analogi Kehidupan Didalam Sebuah Jam Tangan

Analogi Kehidupan Didalam Sebuah Jam Tangan

Analogi Kehidupan Didalam Sebuah Jam Tangan

Hal ini akan terus berlanjut jika impotensi tersebut tidak dikendalikan atau ketika situasi keuangan tidak menunjukkan tanda pengkhianatan. Jam tangan dengan merek yang tidak terkenal dan bahan relatif murah bertatahkan tidak memiliki tempat untuk menjadi diri mereka sendiri sehingga manipulasi yang menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan status sosial yang diinginkan. Fungsi tidak lagi menjadi bintang utama dalam jam tangan.

Apa sebuah ironi, tapi ini adalah realitas di mana sistem kasta tidak akan pernah punah selama manusia masih belum puas dengan pencapaian yang diperoleh. Memang, jam tangan atau berlapis emas kuningan adalah hal yang sama seperti manusia pada umumnya. Bentuk fisik mampu dimanipulasi tapi semuanya kembali ke fungsi fisik itu sendiri. Jam tangan yang berputar dan berulang-ulang ke dalam kompas sendiri dalam kehidupan manusia. Setiap jam, menit, dan detik ke catatan penting dan itu disayangkan bila hanya menghabiskan mengejar ilusi yang tidak akan dibawa ke alam baka.

Warna hitam dan pesek bisa diubah menjadi putih berhidung dengan “manipulasi” yang hadir karena ketidakpuasan manusia terhadap kehidupan diadakan. Manipulasi ini juga merupakan alasan untuk kesenjangan antara dibuat dengan Sang Pencipta semakin lebih luas dan mendalam. Sampai akhir kehidupan, orang hanya menghabiskan waktu untuk hidup dalam kemunafikan tanpa pernah menikmati arti sebenarnya dari kehidupan.

Tapi itu tidak pernah terlalu terlambat untuk melakukan perubahan. Berlapis emas atau kuningan, semuanya adalah sama, yaitu jam tangan yang berfungsi untuk menunjukkan waktu. Setiap kehidupan manusia telah memiliki peran masing-masing untuk mendukung satu sama lain daripada membodohi diri sendiri.

Bayangkan pemilik perusahaan tanpa karyawan atau guru tanpa kehadiran siswa. Ketika setiap saat yang ketidakpuasan akan datang, selalu ingat bahwa diri adalah seperti jam tangan. Tidak penampilan di luar, tapi fungsi yang ada di atasnya. Jangan ganti kuningan dengan emas dan sebaliknya. Jujur dengan diri sendiri dan hidup dengan penuh rasa syukur sehingga tidak ada penyesalan dalam hidup.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *